Lhokseumawe – Sejak Jum’at hingga Minggu selama tiga hari (15-17 Februari 2013) YPAP memfasilitasi pertemuan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) se-Aceh di Aula Pertemuan Hotel Diana Kota Lhokseumawe. Peserta yang bersedia hadir semuanya 20 orang dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh, seperti Kuala Simpang, Bireuen, Banda Aceh dan Kota Lhok Seumawe.
Menurut Fadhli Djailani Outreach Coordinator YPAP, tujuan dari pertemuan ini untuk menguatkan hubungan silaturrahmi antar sesama ODHA di Aceh, berbagi pengalaman dan permasalahan yang dihadapi ODHA, mendorong ODHA untuk lebih percaya diri, melibatkan ODHA dalam mensupport ODHA lainnya, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ODHA dalam hal pengobatan serta tujuan akhir supaya hasil sharing pengalaman ODHA se-Aceh menghasilkan rekomendasi untuk pemerintah khususnya Komisi Penanggulangan AIDS Propinsi (KPAP) supaya lebih baik lagi dalam melayani masyarakat Aceh yang membutuhkan.
Rekomendasi ini semuanya dari hasil berbagi pengalaman dan permasalahan yang dihadapi ODHA, diantaranya permasalahan yang kerap kali dihadapi oleh ODHA adalah Stigma dan Diskriminasi oleh masyarakat. Oleh sebab hal ini ODHA Se-Aceh meminta kepada pihak KPAP Aceh untuk lebih giat memberikan penyuluhan dan pengetahuan dasar HIV kepada Masyarakat, supaya masyarakat tidak awam tentang HIV dan sangat penting materi Stigma dan Diskriminasi dimasukkan dalam penyuluhan kemasyarakat, terutama tokoh-tokoh agama dan tokoh adat.
“Hal lainnya yang berhubungan dengan ini yaitu berhubungan dengan kerahasiaan status client yang didampingi KPAP Aceh, jangan sampai ada data dan status pengidap HIV bocor baik dari tingkat bawah seperti dalam proses VCT sampai dalam pemeriksaan CD4. Jadi KPAP Aceh harus melatih dan mendidik petugas-petugas ini untuk lebih bisa menjaga mulut supaya tidak ‘ember’,” tambah Fadhli.
Diharapkan kepada KPAP Aceh untuk mengalokasikan lebih banyak kuota dan memudahkan proses pengecekan CD4 gratis bagi ODHA atau bagi hanya yang susfect HIV. Untuk bisa menjaga kesehatan dengan bisa mengontrol CD4 pengidap HIV dalam memudahkan ODHA sendiri, sebaiknya KPA-Kabupaten juga diberikan kuota lebih dalam bentuk dana untuk memudahkan ODHA di kabupaten dalam mengakses pengecekan CD4, karena kewalahan bagi ODHA yang berada di kabupaten dalam pengecekan CD4 ini, disebabkan harus Ke Banda Aceh
“Hal ini tidak bisa lagi dilakukan di kabupaten dimana ODHA berada, sebab darahnya yang diambil tidak boleh lebih dari 24 jam untuk bisa dibawa ke Jakarta untuk diperiksa. Bagi ODHA yang jauh dari kota Propinsi dalam pengecekatan CD4 membutuhkan banyak biaya akomodasi dan komsumsi. Diharapkan KPAP Aceh memperhatikan hal ini untuk bisa membantu ODHA,” harapnya.
Fadhli Djailani juga berterimakasih kepada semua ODHA Se-Aceh yang hadir di Kota Lhokseumawe untuk menguatkan silaturrahmi antar sesama ODHA dan untuk saling mensuppport satu sama lainnya. “Rencana kami YPAP akan segera menyampaikan rekomendasi yang dihasilkan oleh ODHA se-Aceh kepada KPAP Aceh yang sudah ditanda tangani oleh semua ODHA ini nanti pada Selasa (19/02/2013) supaya layanan ke depan lebih maksimal dan aktif yang tidak hanya sekedar plamplet kantor.”
“Semua masyarakat kita butuh action di lapangan bukan hanya rencana kerja. YPAP berharap supaya kedepan bisa bekerjasama lebih baik dalam mengurangi dan mencegah menular HIV di Bumi Serambi Mekkah dan YPAP sangat secara khusus berterimakasih kepada yang sudah menjadi donor YPAP hampir 2 tahun dalam membiayai program YPAP dalam mengurangi dan pencegahan dini HIV-AIDS di Propinsi Aceh,” |source : atjehlink.com







