Home » Berita » Penyuluhan HIV-AIDS kepada perangkat desa Meunasah Blang Kab. Bireuen

Penyuluhan HIV-AIDS kepada perangkat desa Meunasah Blang Kab. Bireuen

Oleh

Contributor

penyuluhan

Penyuluhan kepada perangkat desa diawali dari kasus diskriminasi terhadap satu satu Odha warga Meunasah Blang Kabupaten Bireuen. ODHA yang sudah diketahui statusnya oleh warga desa yang tinggal di depan rumah sakit telaga bunda Bireuen, menuai kritik dari warga karena mereka merasa resah dengan keberadaan orang dengan hiv di lingkungan perumahan mereka.

Karena banyaknya warga yang mengadu kepada perangkat desa, akhirnya kepada desa menyurati Dinas Kesehatan Bireuen untuk meminta izin diusir, atau dijauhkan orang dengan HIV dari desa mereka untuk terhindar menularnya virus ini kemasyarakat lain.

Terhadap kasus ini Dinkes dan KPA Bireuen berembuk bersama untuk mencari jalan keluar, salah satunya memberi pemahaman HIV-AIDS kepada warga, cara menular dan cara menjahui virus dan memberikan materi stigma dan diskriminasi kepada perangkat yang hadir.

Pada hari kamis, 11 Juli 2013 disepakati pagi hari untuk membuat pertemuan antara YPAP, Dinkes, KPA Bireuen dan Perangkat desa berserta warga yang dekat rumahnya dengan korban. Sosialisasi berjalan lancar dengan dihadiri kepala puskesmas kota juang dan staff dinkes. Materi yang diberikan HIV dasar dan stigma dan diskriminasi terhadap odha, tetapi banyak sekali pertanyaan mendasar masyarakat seperti pertanyaan:

  1. ODHA di desa kami batuk-batuk berat dan meludah sembarangan, jadi kami risau karena anak sering bermain dihalaman takut tertular.
  2. Mamak si ODHA yang merawatnya, sering bermain dan bersosialisasi dengan warga kami, kami takut kalau mamak nya juga sudah terinfeksi, dan akan menulari masyarakat lain
  3. Perangkat desa memaksakan DInkes dan KPA untuk sesegera mungkin untuk melakukan test VCT (pemeriksaan) HIV kepada ibu K0rban, karena ditakutkan sudah tertular.

Seperti inilah banyangan sosialisasi yang menegangkan di Meunasah dayah pada kamis 11 juli 2013, walaupun mereka sudah faham hiv dasar, dan mengerti tidak perlu mendiskriminasi ODHA tetapi mereka merasa sudah khawatir dengan kondisi ibu si Korban.

Share: