Home » Berita » YPAP Gelar Diskusi dengan Petugas Medis dan Bidan Puskesmas Dewantara

YPAP Gelar Diskusi dengan Petugas Medis dan Bidan Puskesmas Dewantara

Oleh

Contributor

YPAP Gelar Diskusi dengan Petugas Medis dan Bidan Puskesmas Dewantara

Bireuen – Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) mengadakan pertemuan dengan team medis dan bidan Puskesmas Dewantara kabupaten Aceh Utara di Puskesmas tersebut, Rabu (26/3/204). Focus Group Disscution (FGD) atau diskusi kelompok terarah tersebut dalam rangka menggali permasalahan dan informasi mengenai pencegahan penularan HIV dari orang tua ke anak.

Untuk diketahui, Aceh Utara merupakan kabupaten terbanyak orang terinfeksi HIV yang mencapai 33 orang dan kemudian disusul Kabupaten Bireuen 26 orang. Kecamatan Dewantara sendiri merupakan kecamatan yang paling banyak orang terinfeksi sejumlah 6 orang. Jadi, memang tepat YPAP memilih Puskesmas Dewantara menjadi salah satu pilot project untuk program integrasi antara posyandu dan Parent Prevention to Child transmition (PPTCT).

Hal-hal yang disepakati antara YPAP dengan team medis dan Bidan Puskesmas Dewantara untuk mendukung terlaksananya program integrasi posyandu dan PPTCT dalam waktu dekat ini adalah peningkatan kapasitas team medis dan bidan yang menyeluruh tentang HIV/AIDS. Di antaranya, pengetahuan dasar HIV/AIDS untuk team medis dan bides, pembekalan kewaspadaan universal, pembekalan Ina, treatmen educator, pembekalan PPIA, sistem referal VCT, pembentukan pendamping ODHA, pembentukan konselor sebaya dan pengetahuan tentang infeksi oportunistik.

FGD YPAP ke Puskesmas Dewantara2

FGD YPAP ke Puskesmas Dewantara1

YPAP akan segera menindaklanjuti kesepakatan yang telah disepakati bersama tentang peningkatan kapasitas team medis dan bides Puskesmas Dewantara, gelombang pertama pada hari amis tanggal 3 April 2014 untuk materi HIV dan IMS dasar dan pada pertemuan selanjutnya untuk materi lainnya.

Kepala Puskesmas Dewantara, dr.Cut Liza Syafriani, mengharapkan kepada team YPAP untuk serius menindaklajuti kesinambungan pendampingan puskesmas tersebut, supaya tuntas transfer pengetahuan untuk program ini. Dia menambahkan, jangan sampai nanti program itu “hangat-hangat taik ayam” dan berhenti di tengah jalan.

Yosiani Rullita, staf YPAP menambahkan, serius untuk mendampingi puskesmas dalam program integrasi posyandu dengan PPTCT sampai dua tahun ke depan Insya Allah, karena memang kami sudah dimandatkan untuk penguatan team medis.

Sementara Fadhli Djailani, Project Manager Program HIV/AIDS YPAP, sangat mengapresiasi ketegasan dan keseriusan Kepala Puskesmas Dewantara dalam pencegahan HIV di kecamatan tersebut. Sebab, dia paham benar kondisi warga Dewantara yang saat ini sangat membutuhkan team medis akar rumput, yaitu Bides dan tenaga medis Pustu yang berhubungan langsung dengan warga.

“Jadi, untuk pencegahan dini sudah sangat tepat meningkatkan pengetahuan bersama tentang HIV/AIDS secara menyeluruh, yang dimulai dari team medis yang bekerja langsung dengan masyarakat,” jelasnya | Source : Koranbireuen.com

Share: