Home » Berita » YPAP Membina Dan Melatih Kelompok Transgender

YPAP Membina Dan Melatih Kelompok Transgender

Oleh

Contributor

 

Bireuen – Yayasan Permata Aceh Peduli (YPAP) melakukan pembinaan, pemberdayaan dan pelatihan kepada 10 orang Transgender (Waria) di Bireuen selama 3 hari mulai dari tanggal 25-27 September 2012 bertempat di Sekretariat Putroe Aceh di Jl. Banda Aceh – Medan Cot Gapu Bireuen.

Pelatihan kecakapan hidup (life skill) kepada Waria, disesuaikan dengan bakat yang dimiliki mereka, pelatihan tahap pertama untuk kelompok dampingan pertama, dipilih kursus kecantikan, untuk pelatihan selanjutnya akan dilaksanakan kursus-kursus lainnya, seperti menjahit untuk bisa membuka usaha jahit-menjahit, kursus masak-memasak untuk bisa membuka restoran/rumah-makan, dan kursus-kursus lain disesuaikan dengan kebutuhan para waria.

Dengan pelatihan dan kursus kecantikan ini, tidak berarti YPAP mengajari ikan berenang ataupun mengajari burung terbang, karena waria sudah biasa dan suka berdandan walaupun mereka tidak diberikan pelatihan, tetapi pelatihan kursus kecantikan ini lebih mengarah kepada keprofesionalan dalam mengelola bisnis dan penambahan skill, baik dari management keuangan sampai kepada promosi produk atau jasa.

Tujuan dari kursus ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok minoritas waria yang belum mampu berdirikari dalam bisnis atau kerja tetap, supaya mereka mempunyai keterampilan khusus sesuai dengan bakat dan bisa mandiri. Meningkatkan keterampilan dan keahlian dalam hal kecantikan, karena ini merupakan salah satu bisnis yang banyak peminatnya, makin lama makin berkembang dari waktu ke waktu, dan mensupport alat-alat kebutuhan untuk membuka usaha kecantikan, supaya bisa langsung membuka usaha baru dan tidak terjadinya pengangguran.

Pengurangan pengangguran ini sangat perlu ditingkat bagi kaum waria, supaya mereka sibuk dengan bisnis dan hal-hal positif lainnya untuk bisa mengurangi stigma negatif terhadap kaum Waria oleh masyarakat. “Kalau kita mau berpikir jernih, yang namanya penganguran alias orang yang tidak punya kerja tetap, walau orang normal sekali pasti akan menimbulkan penyakit sosial. Oleh karena itu kaum minoritas Waria harus dilihat potensi-potensi positif untuk bisa dikembangkan supaya membangkitkan hal-hal positif yang mereka miliki dan tidak terjerus kepada hal-hal negatif seperti menjual diri dan pelacuran.

Kami mengharapkan kepada pemerintahan Bireuen khususnya Dinas Sosial untuk bisa melihat potensi-potensi yang mereka miliki (kaum waria) di Bireuen supaya dikembangkan sesuai dengan bakat yang mereka miliki, dan pemerintah juga harus membuat kebijakan baru supaya bisa menerima mereka bekerja sebagai pengawai pemerintahan dan pengawai-pegawai swasta lainnya dengan tidak ada diskriminasi.

Pada kesempatan pelatihan dan kursus kecantikan ini di hari terakhir tanggal 27 september 2012 setalah makan siang, team YPAP mendatangkan 3 dokter spesialis untuk memberikan penyuluhan dan pemeriksaan kepada 15 orang Waria secara gratis, team dokter yang datang adalah dari Klinik KESPRO YPAP dr . Arief Elhabibi, dari klinik IMS Banda Sakti dr. Amroellah dan dari Klinik VCT kota Lhok Seumawe dr. Ferdian Subhan.

Penyuluhan dan pemeriksaan ini dilakukan untuk memberi konseling dan pemeriksaan IMS dan VCT untuk Waria, supaya mereka bisa terdeteksi apabila ada masalah dengan kesehatan mereka dan bisa dicegah sedini mungkin dalam pemutusan mata rantai penyakit menular, kegiatan ini disaksikan oleh Dinas Kesehatan Bireuen dan Komisi Penanggulan AIDS Kabupeten Bireuen.

Share: