Bireuen – Tingkat penderita virus HIV dan Aids di Aceh akhir-akhir ini sangat mengkwatirkan. Sudah 115 orang positif terindifikasi virus HIV. Rincian kasusnya 90 orang di Pidie , 30 orang Aceh Utara , Lhoksemawe 21 kasus, Bireuen 22 kasus, Aceh Tamiang 17 kasus dan Aceh Tenggara 16 kasus. Prediksinya, tahun 2015, HIV akan membanjiri Aceh.
Demikian disampaikan Khaidir Skep, Direktur Yayasan Permata Atjeh Peduli dihadapan para jurnalis Bireuen pada Training For Journalist ethical code of reporting PLWH People living with Hiv di ruang meeting Beng Kupi, Geulanggang, Bireuen, Sabtu (7/9/2013) petang.
Dalam paparannya Chaidir juga menyebutkan selama ini penderita HIV/AIDS, telah banyak merasa dirugikan oleh media, terutama para wartawan yang meliput dilapangan. Hal ini dikarenakan pemberitaaan media yang masih sumir dan tidak berimbang terkait HIV dan penderitanya.
“Kepentingan penderita ODHA masih diabaikan oleh pemberitaan media. Kuli tinta masih tertarik sebatas angka statistik penderita itu sendiri,” ujar Chaidir.
Chaidir berharap kepada insan Pers yang ada di Bireuen agar mengubah mindsetnya dan masyarakat yang selama ini menganggap penderita HIV adalah sosok yang harus di kuncilkan dalam masyarakat.
“Bersama media, pola pandang inilah yang harus kita ubah, karena penderita penyakit HIV/AIDS bukanlah kelompok yang harus dikucilkan oleh banyak orang, karena itu kita mengajak rekan-rekan wartawan untuk berdiskusi tentang etika peliputan terhadap para penderita HIV/AIDS agar lebih kenal lagi sisi lain para penderita,” tambah Chaidir.
Sementara itu Hamdani SE.MSM anggota PWI Bireuen dalam Presentasinya yang berjudul “kaedah jurnalisme dalam peliputan HIV” mengatakan seorang jurnalis ketika menwawacarai nara sumber yang terindifikasi HIV agar jurnalis jangan mempublikasi nama .
“Sebaiknya dalam menulis dan mewawacarai nara sumber yang terjangkit virus HIV jangan mempublikasikan nama” ujar Hamdani. Untuk itu, kata dia, para wartawan agar lebih memperhatikan lagi Kode Etik Jurnalistik dalam setiap peliputan dan menulis berita. Sebab, kode etik jurnalistik merupakan pedoman bagi wartawan. Source : Tjl










