Bireuen – Yayasan Permata Atjeh Peduli dapat tawaran dari Bapak Zulfikar AR salah seorang dosen di Stai Aziziyah Samalanga untuk memberikan pemahaman HIV-AIDS secara medis kepada mahasiswa asuhannya dan acara dikelola langsung oleh ketua BEM STAI AZIZIYAH Samalanga Haryadi pada Rabu, 1 Mei 2013 yang diikuti oleh 54 orang peserta mahasiswa-mahasiswi di aula pertemuan kampus.
Rencana awal diskusi dalam bentuk kuliah umum akan diisi oleh 3 pemateri dengan tiga materi yang berbeda, tetapi karena waktu yang sangat singkat akhirnya hanya diisi oleh satu pemateri karena waktu menjelang shalat berjamaah Ashar tiba, diskusi molor karena banyak sekali pertanyaan mendasar yang ditanyakan oleh mahasiswa-mahasiswa dengan antusiasnya, dengan pemaparan tentang HIV dasar yang dibawakan oleh Oki Satria Staff YPAP sehingga diskusi harus distop untuk shalat Ashar berjamaah, tetapi pemaparan materi selesai dan mahasiswa puas dan semua mendapat giliran bertanya, yang mungkin unek-unek dan penarasaran tentang materi yang disampaikan.
Haryadi Ketua BEM stai Aziziyah Samalangan akan menjadwal ulang untuk diskusi yang lebih besar dengan persiapan yang lebih matang untuk menyelesaikan 2 materi sisa Pengurangan Stigma-Diskriminasi terhadap pengidap HIV dan Diskusi kondom dalam Islam . Sebenarnya materi yang ketiga ini yang ditunggu-tunggu, karena diskusi ini akan menggali pemahaman mahasiswa-mahasiswa intelktual muda yang selama ini mereka ketahui dengan komparasi realita dimasyarakat, nanti akan terlihat konsistensinya apakah memang kondom dibolehkan dalam Islam atau dilarang sama sekali.
Fadhli Djailani sangat mengapreasi dan berterimakasih pengelola Stai Aziziyah yang telah menyambut team YPAP dengan keramatahan dengan suasana santri yang sangat kental dan luar biasa, suasana seperti ini di Aceh hanya terdapat di Samalanga dimana mahasiswa-mahasiswi Stai semuanya berasal dari satri dayah dilingkungan Peusantren Mudi Mesra mereka diwajibkan nyantri dipeusantren sambil kuliah dan tidak boleh ngekos di rumah masyarakat dengan jumlah mahasiswa untuk saat ini ribuan, untuk Aceh kedepan Samalanga-lah pencetak santri ungul, professional dan intektual.








