Home » Berita » Muspika Kuta Makmur Diberi Pemahaman Soal HIV Dasar

Muspika Kuta Makmur Diberi Pemahaman Soal HIV Dasar

Oleh

Contributor

Muspika Kuta Makmur Diberi Pemahaman Soal HIV Dasar

Aceh Utara – Yayasan Permata Atjeh Peduli [YPAP] mendampingi kasus stigma dan diskriminasi kepada seorang ibu di Desa Buloh Blang Ara, Kuta Makmur, Aceh Utara. Stigma dan diskriminasi berupa pengucilan masyarakat terhadap sang ibu yang mempunyai seorang anak laki-laki umur dua tahun.

Menurut Fadhli Djailani, YPAP HIV-AIDS Project Manager, pengucilan masyarakat terhadap ibu tersebut dan anaknya berupa tidak diperbolehkan menyewa toko untuk membuka usaha jahit. “Masyarakat tidak mau bergaul dengannya dan anaknya dilarang imunisasi oleh pukesmas setempat. Diskriminasi ini sudah selama tiga tahun sejak 2011 setelah suaminya meninggal,” kata dia.

“Si ibu tadi dikucilkan karena diisukan beliau terinfeksi HIV. Setelah team YPAP mendengarkan kasus ini, kami langsung mendampingi sang ibu untuk konseling dan melakukan tes darah dan hasilnya beliau negatif HIV,” ungkap Fadhli.

Berdasarkan kasus tersebut, YPAP melakukan pertemuan dengan Muspika Kuta Makmur, Rabu (23/4/2014) di aula kantor camat Kuta makmur untuk merehabilitasi kehidupan sosial sang ibu dan dengan memberikan pemahaman dasar HIV dan stigma kepada Muspika Kuta Makmur yang disampaikan oleh Muhammad Rijal bersama Yosiani Rullita.

Muspika Kuta Makmur Diberi Pemahaman Soal HIV Dasar2

Muspika Kuta Makmur Diberi Pemahaman Soal HIV Dasar

Agenda selanjutnya, sambung Fadhli, YPAP akan melakukan penyuluhan menyeluruh di kecamatan Kuta Makmur baik kepada petugas medis, bidan Puskesmas Kuta makmur, perangkat desa dan siswa sekolah menengah atas dan masyarakat umum untuk diberi pengetahuan dasar HIV. | Source : Atjehlink.com

Fadhli juga berterimakasih kepada Muspika Kuta Makmur yang telah menyambut kedatangan team YPAP dnegan baik. “Kami mengharapkan untuk tidak mengstima ODHA [orang dengan hiv-aids] apalagi hanya dengan menduga-duga bahwa dia HIV. Fatalnya lagi, hal ini berawal dari tenaga medis atau bidan Puskesmas,” pungkasnya

Share: