Home » Berita » Pelajari Program Pemberdayaan Difabel hingga ODHA, YPAP Sambangi Yogyakarta

Pelajari Program Pemberdayaan Difabel hingga ODHA, YPAP Sambangi Yogyakarta

Oleh

Contributor

Ya Kembang dan YPAP

Team YPAP sebanyak enam orang melakukan kunjungan belajar ke-11 LSM yang berbeda, sebagai komparasi mendapatkan inspirasi, pengalaman dan motivasi dalam mengembangkan program-program pemberdayaan Difabel,Orang dengan HIV AIDS (ODHA) dan kampanye HIV/AIDS dengan pendekatan kearifan lokal.

Ke-11 LSM yang kami kunjungi yakni PKBI Yogyakarta. Lalu LSM KEMBANG yang memokuskan kegiatannya pada pencegahan HIV pada buruh migran dan Wanita Pekerja Seks (WPS), LSM SAPDA, LSM Victory Plus, LSM P3SY, Yayasan Mandiri Craft, Sayap Ibu-Pemberdayaan difable dan anak terlantar, LSM Ciqal, LSM IWAYO, LSM Kebaya, dan LSM Deaf Art Community.

Ypap ke jogja

cacat mandiri jogja

ypap ke iwayo

Mandiri kraft Ypap

jogja ypap

Ciqal Vs ypap

Banyak sekali ilmu, pengalaman dan inspirasi yang didapat team YPAP dalam kegiatan kunjungan belajar tersebut. Sebut saja misalnya dengan informasi yang kami peroleh dari PKBI Yogyakarta, dimana mereka memiliki 14 divisi project yang memusatkan kegiatannya di sector pencegahan dengan pendekatan penjangkauan (Outreach), assisting dan organizing.
Menariknya, PKBI tersebut tidak memiliki staf dalam jumlah banyak. Mesin program PKBI hanya dijalankan oleh beberapa staf inti saja. Lalu mereka merekrut para relawan untuk mengoptimalkan program yang ada. Para relawan tersebut bisa berasal dari kalangan akademisi, mahasiswa hingga masyarakat umum.

Untuk menerapkan strategi keberlanjutan program, PKBI Yogyakarta menerapkan strategi fundraising bisnis organisasi sebagai ‘bensin utama’. Mereka menjual buku di berbagai outlet, stiker, sablonase pakaian dan beberapa bisnis lainnya. Jadi walaupun dalam fase tertentu mereka tidak memiliki donor dari pihak manapun, rangkaian program yang sudah diagendakan tetap bisa diimplementasikan. Menariknya lagi, para staf PKBI tersebut rela gajinya dipangkas hingga 80 persen untuk disumbangkan sebagai kas organisasi.

Disamping itu, salah satu program yang perlu diimplementasikan di Aceh yakni Program parent Prevention to Child Transmition (PPTCT). Dimana dalam program ini mereka mencetak aktivis medis sebagai ujung tombak pencegahan penularan HIV/AIDS dari orang tua ke anak. Program ini diintegrasikan ke Puskesmas dan Posyandu.

Saat ini, kami sedang melakukan beberapa modifikasi terhadap program-program pendampingan yang ada di Aceh. Harapannya, modifikasi program yang terinspirasi dari kunjungan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat luas di Aceh. | Thegloberjournal.com

Share: