Lhokseumawe – Yayasan Permata Atjeh Peduli dan Komite Peralihan Acheh (KPA) Pusat mengadakan pelatihan menjahit bagi 15 orang penyandang disabilitas di kantor Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) Lhokseumawe, Rabu (15/01/2014). Ke-15 orang penyandang disabilitas tersebut berasal dari Kabupaten Bireuen, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Pelatihan ketrampilan menjahit dan bordir bagi penyandang disabilitas yang didanai sepenuhnya oleh KPA Pusat dan diprakarsai oleh YPAP. Direktur YPAP, Chaidir, yang dijumpai usai pembukaan acara pelatihan di kantor YPAP Lhokseumawe, Rabu, 15 Januari 2014 menjelaskan, pelatihan itu digelar selama sepuluh hari, sejak tanggal 15 hingga 24 Januari 2014.
“Pelatihan ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen KPA Pusat dalam hal pemberdayaan penyandang disabilitas yang masih produktif untuk menaikan taraf perekonomian mereka serta keluarganya,” jelas Tgk Muhammad Yasir, Wakil Bendahara Umum KPA Pusat yang didampinggi Direktur YPAP, Chaidir kepada wartawan usai membuka secara resmi pelatihan tersebut.
Diharapkan, para peserta pelatihan nantinya dapat menyerap seluruh pengetahuan keterampilan menjahit ini dan dapat mengaplikasikannya menjadi sumber peningkatan taraf perekonomian para peserta. Kepada para peserta juga akan diberikan bantuan berupa mesin jahit.
Dia menambahkan, YPAP akan memberi 1000 bantuan per kabupaten/kota untuk 424 Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang akan disalurkan di tahun 2014. Kemudian juga akan didistribusikan bantuan 1000 paket nutrisi berupa kacang ijo, peralatan mandi dan lain-lain untuk anak yatim dan juga penyandang cacat.
Ia menambahkan, KPA Pusat akan terus melakukan kegiatan-kegiatan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas di seluruh Aceh baik itu dalam bentuk bantuan maupun pelatihan. Selain itu, ia juga menjelaskan, tahun 2014, KPA Pusat juga tetap akan terus melakukan kegiatan yang sama. “Mungkin kita akan berlanjut juga program ini di 2014, juga ditambah program-program lain berupa bantuan-bantuan sosial. Dan juga bantuan modal usaha dalam bentuk kecil-kecilan, mungkin sekitar 5 juta untuk satu orang,” katanya
“Kami mengharapkan kepada peserta pelatihan untuk merawat dan menjaga bantuan yang telah diberikan, karena bantuan ini sebagai modal awal,” pungkas Muhammad Yasir.
Salah seorang peserta pelatihan, Jamaliah (23) warga Blang Jruen, Aceh Utara mengaku sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini. “Saya sangat berterimakasih kepada KPA yang masih mau peduli kepada kami penyandang cacat,” ucap wanita yang harus mengunakan kursi roda untuk berjalan karena tangan dan kaki kirinya mengecil tersebut. | Source : Atjehlink.com











